Mengintip yang Baru di Ibukota Lewat Bidikan Lensa

Halo pembaca, sudah agak lama semenjak aku menulis cerita terakhirku di Sumba (Have You Ever Heard of Sumba? – Day 3) , kesibukan (…dan kemalasan) menjadi kendala untuk terus menulis (meskipun yang baca ya gak banyak-banyak banget juga sih). So.. Tanggal 3 Maret 2019 kemarin kebetulan aku sedang ada di Jakarta dan sebenarnya sudah lama sekali ingin mengelilingi Ibukota Indonesia ini dan menambah koleksi foto. Alhasil, aku menghubungi Aryanto Wijaya (pemilik dan penulis blog jalancerita ) untuk jalan-jalan bareng.

“Ary, aku pengen hunting foto di Jakarta deh, mumpung lagi disini.”, begitu kira-kira isi pesan singkatku via Whatsapp kepada Aryanto. Tanpa ba bi bu lagi, Ary, begitu aku biasa menyapanya, langsung mengajakku untuk pergi ke daerah Senayan.

Sekitar pukul 15.30, aku sampai ditempat janjian kami, tepat di depan BCA Tower di Grand Indonesia, Ary mengajakku untuk naik Transjakarta menuju Senayan. “Naik TJ aja ya Dik, kita liat JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) yang baru disana.”, kata Ary.

Sampai disana, kami langsung turun dan berjalan kaki menuju JPO baru yang disebut Ary tadi. JPO yang kami datangi pertama, adalah JPO Bundaran Senayan, salah satu dari tiga JPO baru yang diresmikan pada akhir Februari 2019. Sampai disana, ternyata tidak hanya aku dan Ary saja yang berencana mengambil gambar disana, ada beberapa orang yang berswafoto dan juga membawa kamera untuk mengabadikan momen di dalam JPO tersebut. Tidak heran sih, JPO baru ini memang memiliki desain yang berbeda dari JPO-JPO sebelumnya.

DSCF0721
Interior JPO Bundaran Senayan

Selain desainnya yang instagramable, JPO ini juga cukup ramah untuk difabel, karena berbeda dari JPO-JPO sebelumnya yang kebanyakan menggunakan tangga untuk naik, JPO ini menggunakan ramp dengan kemiringan yang cukup landai, tapi kalau membawa sepeda atau skateboard harus dituntun atau dibawa ya, untuk menghindari kejadian hal-hal yang tidak diinginkan dengan pengguna JPO yang lainnya.

DSCF0724
Ramp untuk akses dari dan ke JPO.

Pemandangan dari JPO pun tidak kalah menarik, menyuguhkan jalanan yang dilalui kendaraan-kendaraan yang melaju cukup cepat dengan latar belakang gedung-gedung tinggi, khas Ibukota Jakarta.

DSCF0714
Pemandangan dari atas JPO
DSCF0726
Pemandangan dari salah satu sisi JPO

Puas berfoto di JPO, kami turun untuk ke area pedestrian. Area pedestrian nantinya akan menjadi akses keluar dan masuk untuk menuju MRT bawah tanah lho, sayangnya saat ingin mengabadikan akses MRT tersebut, kami dilarang oleh petugas keamanan yang bertugas disana. Terlepas dari hal itu, pedestrian ini cukup nyaman karena ukurannya yang cukup lebar, di salah satu sisinya juga ditanami tanaman bunga.

IMG_5842
Menjajal pedestrian anyar Ibukota. Foto by Aryanto Wijaya

Berhubung aku belum pernah ke GBK, kamipun memutuskan untuk berjalan kaki sedikit lagi menuju GBK. Sama-sama tidak paham akses masuknya, akhirnya kami berjalan menuju akses ke GBK yang terdekat dan menemukan spot berfoto yang cukup bagus.

IMG_5850
Lokasi ini berada di area GBK. Foto by Aryanto Wijaya

Tidak disangka, ketika selesai berfoto, ternyata sedang ada acara SarungFest di dalam area GBK tersebut, dan untuk pertama kalinya, aku dan Ary melihat secara langsung Bapak Presiden RI Joko Widodo yang ternyata sedang menyampaikan sambutan di acara tersebut. Namun ketika kami ingin mengambil gambar Pak Presiden dari jarak jauh, kok kami takut dengan Paspampres-nya (takut tercyduk), jadi kami terpaksa mengurungkan niat tersebut. Selesai dari GBK, kami memutuskan untuk mencari makan disekitaran GBK (berakhir makan di Fx Sudirman) sekaligus mencari tempat untuk bernaung karena langit sudah cukup mendung dan tampak akan segera hujan cukup deras.

Hari mulai gelap, kamipun berpisah, sekaligus berjanji untuk kembali menjelajah sudut lain Ibukota Jakarta. Mungkin lain kali, kami akan berkeliling untuk mengunjugi LandmarkLandmark yang ada di Jakarta sekalian menggali sejarahnya. Ibukota ternyata tak hanya terdiri dari macet saja ya!

20190303_160109
See you next time, guys!

4 thoughts on “Mengintip yang Baru di Ibukota Lewat Bidikan Lensa

  1. […] Ratangga sendiri diambil dari bahasa Jawa Kuno yang artinya “kendaraan beroda” atau “kereta”. MRT Jakarta ini mulai dibangun pada Oktober 2014 dan baru diresmikan pada tanggal 24 Maret 2019. 18 April 2019 kemarin, aku dan 2 orang adik tingkatku (Puspa dan Melita) menjajal rasanya naik MRT Jakarta ini. Memulai perjalanan dari stasiun Dukuh Atas BNI, aku mengajak kedua adik tingkatku untuk pergi ke Senayan dan melihat JPO baru di sana (Baca : Mengintip yang Baru di Ibukota Lewat Bidikan Lensa). […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s