Cerita di Atas Kereta Wisata Gopar Priority Class, Kereta Wisata Jurusan Jakarta-Bandung PP

Rabu, 25 April 2018 kemarin aku harus pergi ke Jakarta karena ada urusan kantor. Memilih untuk menggunakan moda transportasi darat yaitu kereta, aku memutuskan untuk sekaligus mencoba Gerbong Kereta Wisata (Disebut Argo Parahyangan Priority jika ingin memesan tiketnya) yang dijadikan satu rangkaian dengan Argo Parahyangan (disingkat Gopar). Harganya memang sedikit lebih mahal dari Argo Parahyangan pada umumnya,tapi bagi yang ingin mencoba, tidak ada salahnya membaca sedikit review dariku ini.

Interior Gerbong Kereta Wisata

Pertama kali memasuki kereta ini, memang terasa kemewahannya, interior dalamnya berbeda jauh dengan gerbong-gerbong kelas eksekutif dan bisnis. Dinding dalamnya dilapisi kayu, sedangkan lantainya sudah dilapisi dengan karpet bermotif. Untuk interiornya sendiri, cukup layak untuk disebut gerbong kereta kelas premium, karena memang interiornya sekilas cukup mewah.

20180425_140855
Interior dalam Gerbong Kereta Wisata Gopar / Gopar Priority
20180425_140913
Lantai gerbong sudah dilapisi karpet

Fasilitas

Untuk fasilitas sendiri, tidak kalah premium dengan interiornya,selain yang pasti sudah memiliki pendingin ruangan alias AC atau Air Conditioner, kursi yang disediakan dilengkapi dengan dudukan kaki yang juga ditemukan pada kereta-kereta kelas eksekutif, namun memang gap antar kursi lebih besar dibanding kereta eksekutif, sehingga bagi penumpang-penumpang yang berkaki panjang, mungkin kereta ini akan sedikit memberikan kenyamanan yang lebih ketimbang naik kereta kelas eksekutif.

Selain itu, kereta wisata ini juga menyediakan media entertainment berupa televisi dengan layar sentuh yang diletakkan di bagian belakang kursi penumpang didepan kita. Ada berbagai pilihan hiburan disana dari musik hingga film. Untuk earphone kita cukup meminta kepada petugas yang akan siap melayani kita selama perjalanan.

20180425_140838
Televisi dnegan layar sentuh, namun filmnya sedikit agak ketinggalan jaman sih mengingat betapa cepatnya film-film baru keluar.

Selain ada televisi dengan layar sentuh, ada juga 2 televisi yang cukup besar terletak di bagian depan dan belakang, namun selama perjalanan kemarin, 2 televisi tersebut nampaknya tidak digunakan selain untuk menampilkan iklan.

20180425_140859
Ini televisi yang dibagian belakang gerbong, lebih besar dari yang didepan tapi sepanjang perjalanan hanya menampilkan itu saja. Televisi yang di bagian depan ada di foto yang pertama.

Selain televisi, bagi anda yang senang meminum teh atau menyeruput kopi selama perjalanan, kereta wisata ini menyediakan mini bar di bagian belakang gerbong, kalau tidak salah ingat sih, katanya free flow alias gratis selama perjalanan, anda bisa minum kopi sampai kembung!

20180425_152715
Mini bar, anda bisa membuat teh dan kopi disini, gratis!

Sedangkan bagi anda yang mungkin tidak sempat membeli atau membawa bekal makanan, kereta wisata juga akan memberikan snack+air mineral gratis kepada setiap penumpang. Yah kalau menurutku sih snacknya much better ketimbang yang disediakan oleh maskapai pesawat-pesawat premium. Jadi anda tidak perlu takut kelaparan, sedangkan untuk makanan-makanan berat tetap perlu kita pesan dan bayar sendiri.

20180425_145534
Kotak snacknya, oh ya ada majalah On Track juga lho untuk mengusir kebosanan bagi yang senang membaca.

Untuk kamar mandi, disediakan hanya satu di gerbong bagian paling belakang. Kamar mandinya juga punya interior yang oke lho! Selayaknya kamar mandi hotel mewahlah, hanya saja tidak ada bathtub-nya ya! Ingat, ini kereta, bukan hotel. Kebersihannya juga cukup terjaga, overall, ini adalah toilet di atas kereta terbaik yang pernah kumasuki semenjak aku rutin menggunakan jasa kereta api.

 

Namun Tetap Saja Tidak Ada Hal yang Sempurna

Sekilas, kereta wisata/kereta kelas priority memang mampu menawarkan segala kemewahan yang mungkin disajikan di atas kereta, namun ada satu hal yang menggangu buatku, yaitu ukuran tempat penyimpanan di atas kepala alias bagasi cabin kalau biasa di sebut di pesawat. Ukurannya agak terlalu kecil menurutku, kalau hanya untuk menyimpang tas ransel saja sih lebih dari cukup, tapi kalau untuk koper, banyak koper-koper yang kegedean alias tidak muat!

20180425_153442
Koper-koper yang disimpang diatas kebanyakan akan “nongol” seperti itu. Yah gak ada yang jatuh sih tapi kok rasanya tetap bahaya.

Untuk gerbong ini sendiri baru ada di rangkaian kereta jurusan Jakarta-Bandung-Jakarta, dengan jadwal keberangkatan 4x sehari dari  Stasiun Bandung, tepatnya pukul 05.00, 06.30, 14.45 dan juga 16.10 dengan harga Rp 250.000,- sekali jalan. (Untuk komparasi ,kereta Gopar eksekutif memiliki kisaran harga Rp 100.000 s/d Rp 130.000 sekali jalan). Sedangkan jadwal keberangkatan dari Stasiun Gambir adalah jam 08.35, 10.30, 18.45 dan terakhir pukul 20.00.

Akhir kata, kereta wisata/priority ini cukup memuaskan sih bagiku, yah meskipun kurasa tidak terlalu jauh berbeda dengan menaiki kelas eksekutif (terutama bagi anda-anda yang ‘pelor’ alias nempel molor. Tapi bagi anda yang menginginkan kenyaman lebih, mungkin bisa membeli tiket Gerbong Kelas Wisata/ Priority ini, tapi mungkin kusarankan bawa tas ransel saja, kalau mau bawa koper lebih baik naik pesawat ya!

Cheers~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s