Sidareja dan Pangandaran Menjadi Bukti bahwa Piknik Tak Selalu Harus Mahal

Akhir Maret 2018 lalu, tepatnya pada saat Paskah, aku berkunjung ke rumah temanku di Sidareja. Kebetulan letak Sidareja tak jauh dari lokasiku saat ini, tepatnya hanya 65 Km. Aku menempuh perjalanan selama 1,5 jam dengan menggunakan motor, dan inilah ceritaku…

Pada hari itu, aku yang sedang tidak bekerja karena libur, merasakan kebingungan untuk mengisi hari liburku. Tadinya aku mau mengunjungi temanku yang ada di Bandung, sekalian jalan-jalan naik motor pikirku, tapi ternyata temanku malah mau pergi ke Jakarta. Alhasil kuurungkanlah niatku untuk pergi ke Bandung. Untungnya, tidak lama setelah itu aku melihat update-an temanku, si penulis blog Jalancerita.com bahwa dia sedang menikmati degan yang harganya murah di salah satu media sosial. Singkat cerita, setelah mengetahui bahwa dia sedang berada di Sidareja, aku berangkat untuk menemuinya.

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 1,5 jam menggunakan motor, akhirnya aku sampai di Sidareja dan disambut oleh temanku dan satu orang lagi temanku juga yang memang berdomisili di Sidareja. Usut punya usut, ternyata mereka baru saja kembali dari Kemit, sayangnya aku tidak datang dari pagi, kalau datang dari pagi mungkin aku juga akan ikut kesana.

Usai beristirahat sejenak, temanku mengajakku untuk pergi ke Kedungreja, katanya mau bersantai sore di sawah, akupun mengiyakan ajakannya, tidak lupa kugondol kameraku, yah kupikir meskipun hanya sawah, siapa tahu ada objek yang bagus untuk di abadikan dengan kamera. Kami bertigapun menuju Kedungreja dengan motor, tidak jauh, mungkin hanya 4-5 Km jaraknya dari rumah temanku yang lain tempat kami menginap selama di Sidareja.

2018_0330_17500700

Sesampainya di sana, temanku langsung mengeluarkan kameranya dan mulai menikmati suasana sawah sambil sesekali mencari angle yang pas untuk di jepret. Bagiku, suasana sawah cukup menyenangkan dan menenangkan hati (meskipun kadang terganggu dengan adanya motor-motor yang melaju cukup kencang dan knalpotnya adalah knalpot modifikasi yang suaranya luar biasa nyaring).

2018_0330_17232900
Ini temanku si penulis blog Jalancerita.com, kami bertemu pertama kali sebagai teman kost di Jogja dan berlanjut hingga saat ini.

Akupun menyadari bahwa ternyata untuk piknik, aku tidak perlu tempat wisata yang jauh, ternyata bersantai sore di sawah pun cukup dapat mendatangkan perasaan senang. Dan kesempatan untuk menyalurkan hobiku akan fotografi menjadi bonus tersendiri bagiku, maklum, sudah cukup lama aku tidak hunting foto dan mengasah kemampuanku dalam mengabadikan gambar.

2018_0330_17283100
Sore hari di Sidareja
2018_0330_17530400
Tak luput dari bidikan kamera temanku, alhasil ekspresi wajahku sedikit aneh
2018_0330_18013300
Teman jalanku yang paling setia, tidak luput juga dari bidikan kamera.

Pukul 17.30, kami bertigapun memutuskan untuk kembali dan beristirahat, selain karena sudah cukup sore, langit juga sudah mulai gelap. Hari itupun selesai.

Keesokan harinya, pagi-pagi kami sudah bangun dan bersiap-siap. Kami berencana untuk pergi ke Pangandaran. Temanku ingin melihat pantai, katanya hiruk piku kehidupan di ibu kota membuatnya jarang memiliki waktu piknik, dan tempat terbaik untuk melepas penat dan stress adalah pantai.

Setelah selesai bersiap-siap, kamipun kembali melaju dengan motor, menuju Pangandaran, menempuh perjalanan kurang lebih 40 Km. Perjalanan ke Pangandaran tidak membosankan, selain jalannya yang sudah mulus, jalannya juga cukup banyak kelokan, berbahaya namun sekaligus seru untuk riding dengan motor. Namun ingatm tetap mesti hati-hati ya, pergunakan helm, spion dan pastikan kondisi motor dalam keadaan prima, juga perhatikan kendaraan lain, terutama kendaraan-kendaraan besar seperti bus.

Sesampainya di Pangandaran, kami langsung menuju pantai Pasir Putih. Untuk biayanya sendiri tidak terlalu mahal, biaya masuk kawasan wisatanya adalah Rp 7.000,- per orang, sedangkan masuk pantainya Rp 21.000,- per orang. Sebenarnya biaya masuk pantai hanya Rp 16.000,- per orang, namun karena hari libur, jadinya naik tarifnya.

Untuk menuju pantai Pasir Putih ini, kami harus melewati hutan wisata, bagi yang ingin membawa makanan dan minuman kusarankan untuk memasukkan kedalam tas, karena disini banyak sekali monyet-monyet berkeliaran, dan biasanya mereka akan merebut makanan para pengunjung.

2018_0331_13151100
Jembatan yang harus kita lewati untuk menuju pantai Pasir Putih

Sampai di pantai, ternyata cukup banyak pengunjung disana, mungkin karena long weekend ya jadinya cukup banyak pengunjung disana. Yang mengejutkan saya adalah, ternyata ada sebuah kapal laut yang terdampar di pinggir pantai, kalau kata teman saya sih sudah cukup lama kapal tersebut ada disana. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi saya, dan bagi pengunjung disana.

2018_0331_11511100

2018_0331_11251900
Kapal ini menjadi daya tarik tersendiri, btw, yang dilakukan orang di dalam foto berbahaya ya, jangan di tiru.

Hari itu cukup panas, namun tidak mengurangi rasa senang kami, tetap saja aku dan temanku mengeluarkan kamera masing-masing dan mulai mengabadikan objek-objek yang cukup menarik di sana.

Puas menikmati udara di pantai, kami memutuskan untuk menuju rumah makan, maklum, sudah siang saat kami meninggalkan pantai, perut kami sudah terasa lapar. Kamipun beranjak pergi dari pantai Pasir Putih dan menuju rumah makan, tepatnya rumah makan Sari Melati 1 untuk menyantap seafood.

20180331_134001
RM Sari Melati 1

Sesampainya di rumah makan, kami memilih dulu apa yang mau kami makan, kebetulan pada waktu itu cukup ramai, namun tidak sampai lama kami mengantri, kami sudah bisa memilih dan mencari tempat duduk. Sambil menunggu makanan kami selesai di masak, salah satu temanku menawarkan untuk membeli es podeng, kami bertigapun akhirnya membeli es podeng. Tadinya aku tidak tahu apa itu es podeng, namun setelah mencoba, ternyata rasanya enak. Cukup Rp 10.000,- untuk satu gelas.

20180331_135039
Es Podeng

Tidak berapa lama, makanan kamipun disajikan, kami yang memang sudah laparpun langsung menyantapnya dengan lahap. Tidak perlu waktu lama, makanan yang disajikan habis kami lahap. Usai menunggu sebentar, kamipun memutuskan untuk pulang karena hari sudah sore dan malamnya kami berencana melakukan ibadah Sabtu Suci di gereja di Sidareja. Bersamaan dengan mulai dilakukannya perjalanan kami kembali ke Sidareja, usai jugalah perjalananku pada kali ini, sampai bertemu di ceritaku selanjutnya, selamat Paskah 2018 bagi yang merayakan, cheers!

2018_0331_12593700
Katanya belum sah ke pantai kalau belum masuk ke air, haha…

2 thoughts on “Sidareja dan Pangandaran Menjadi Bukti bahwa Piknik Tak Selalu Harus Mahal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s