Plesiran ke Ujung Tenggara Jawa Barat, Pangandaran

26-28 Januari 2018 aku dan tim proyek melakukan liburan singkat ke Pangandaran, melepas lelah sekaligus penat setelah kurang lebih selama 6 bulan menjalani kehidupan di proyek. Liburan in juga dapat dikatakan acara perpisahan untuk tim proyekku yang sekarang.

Bertolak dari Kertajati, Majalengka tepat pukul 13.30, bus sewaan kamipun melaju cepat menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam menelusuri jalan-jalan menuju ujung tenggara Jawa Barat, yakni Kab. Pangandaran.

IMG-20180126-WA0021

Bamboo Resto, Jimbaran ala Pangandaran

Sesampainya di Pangandaran, karena hari sudah malam, oleh pemandu di sana kami langsung di arahkan menuju Bamboo Resto untuk makan malam. Entah mengapa, suasana rumah makan yang berada tepat di tepi pantai mengingatkan saya akan Jimbaran, tempat makan di Bali yang juga menawarkan suasana makan di tepi pantai, namun sayang kondisi saat itu yang gerimis membuatku mengurungkan niat untuk makan di tepi pantai. Aku memilih untuk makan di dalam restoran saja.

20180126_203247

Berbeda dengan Jimbaran yang sudah banyak memiliki tempat makan atau restoran, di Pangandaran ini baru sedikit rumah makan yang ada di tepi pantai, salah satunya ya Bamboo Resto ini, namun di sekitarnya sudah mulai ada pembangunan resto-resto yang lain, namun di lihat dari pengelolaannya, pengembangan pariwisata Pangandaran nampaknya sudah mengarah ke arah yang sama seperti Bali, semoga saja.

20180126_212329
Setelah kenyang, salah satu staf proyek asyik menyanyi, di iringi band lokal dari Bamboo Resto

Seusai makan malam, kami langsung bertolak menuju  Hotel Grand Pacific untuk beristirahat malam.

Pantai Batu Karas

Keesokan paginya, setelah sarapan di hotel, tepat pukul 08.00 rombongan kami bertolak menuju tempat tujuan pertama kami, yaitu pantai Batu Karas, berjarak kurang lebih 30 menit perjalanan dari Pangandaran, kamipun sampai di pantai Batu Karas. Kegiatan pagi itupun dimulai dengan sedikit games dari pemandu kami di sana.

 

Seusai games kami diberikan waktu bebas untuk bermain di pantai, aku yang sebenarnya sudah cukup bosan bermain di pantai memutuskan untuk naik ke bukit yang ada tepat di sebelah pantai dengan harapan akan menemukan titik yang bagus untuk melihat pemandangan pantai dari atas, namun sayangnya, pemandangan pantai dari atas tertutup oleh pepohonan, hanya ada satu titik yang memberikan pandangan mengarah ke laut lepas.

Cukang Taneuh a.k.a Green Canyon Pangandaran

Usai dari Pantai Batu Karas, kami bertolak menuju Green Canyon Pangandaran, dan sebenarnya tempat inialah yang aku tunggu-tunggu, karena katanya tempatnya bagus. Perjalanan selama 10-15 menit pun kami tempuh dari pantai Batu Karas menuju Green Canyon Pangandaran.

Kegiatan di Green Canyon Pangandaran sebenarnya ada kegiatan full body rafting, namun menurut pemandu kami, full body rafting memerlukan waktu kurang lebih 4-5 jam menyusuri Kali Cijulang, sehingga karena pertimbangan keterbatasan waktu, kami hanya mengambil paket semi body rafting, yang waktunya hanya sekitar 30 menit menuju Batu Payung. Perjalanan kami pun dimulai dengan menaiki kapal yang muat di isi 5 orang, diluar pemandu.

Sampai di lokasi, kami masih harus berenang sedikit menuju Batu Payung, di sebut Batu Payung karena memang bentuknya seperti payung atau kepala jamur. Batu Payung sendiri rupayanya adalah spot untuk melakukan terjun ke air di bawahnya dengan tinggi kurang lebih 5 meter. Aku memutuskan untuk melawan rasa takutku dengan melakukan loncatan tersebut, sayangnya tidak ada dokumentasi karena aku tidak membawa kamera maupun smartphone.

IMG-20180127-WA0024
Perhatikan batu di sebelah kanan yang di atasnya banyak orang, itu adalah orang-orang yang siap terjun ke air dari atas batu tersebut. Oh ya untuk yang tidak bisa berenang, nanti akan di bantu oleh pemandu nya, jadi tenang saja ya!

Oh ya, sebenarnya jika kita mau membawa kamera atau smartphone, kita bisa menitipkannya ke pemandu dari Green Canyon, karena setiap pemandu membawa tas anti air, namun kusarankan cukup membawa smartphone, kamera aksi atau kamera pocket saja, yang penting bisa untuk mengabadikan saat kita bermain di Green Canyon, karena baik kita maupun pemandu akan sama-sama nyebur ke air sehingga cukup repot jika kita membawa kamera yang berukuran besar.

Makan Siang di Rumah Makan Shangrila

Usai bermain di Batu Payung selama kurang lebih 30 menit, kami kembali menggunakan kapal menuju ke titik awal penjemputan di Green Canyon untuk mandi dan ganti pakaian. Setelah itu kamipun makan di rumah makan Shangrila yang terletak tepat di depan parkian bus-bus pariwisata termasuk bus kami.

20180127_132404

Pukul 14.30, kamipun bertolak menuju Pantai Batu Hiu.

Pantai Batu Hiu, Tanah Lot ala Pangandaran

Seperti yang sudah aku tuliskan sebelumnya, pengelolaan pariwisata Pangandaran ini bergerak ke arah yang sama dengan Bali, bahkan pemandunya sendiri yang bilang bahwa Pantai Batu Hiu ini adalah Tanah Lot-nya Pangandaran, memang secara penataan agak mirip sih. Oh ya, di pantai ini kita hanya bisa menikmati pemandangan laut dan pantai saja, karena memang di pantai ini di larang untuk berenang, sepertinya sih karena gelombang dan ombaknya cukup besar.

Lalu mengapa di sebut Pantai Batu Hiu? Jadi di lokasi ini terdapat sebuah batu yang jika dilihat katanya menyerupai Hiu, tapi tergantung imajinasi masing-masing sih…

DSCF1386
Batu inilah yang katanya menyerupai hiu, makanya di sebut pantai Batu Hiu

Oh ya, di lokasi inilah aku juga menemukan tukang foto langsung jadi, dan menurutku biayanya cukup murah, hanya 10 ribu untuk 1 foto, jadi bagi yang mau langsung mencetak fotonya, bisa menggunakan jasa tukang foto langsung jadi ini, yah sekalian bagi-bagi rejeki.

DSCF1361
Salah satu tukang foto langsung jadi yang ada di Pantai Batu Hiu

Pukul 16.00 kamipun melakukan perjalanan kembali ke Hotel Grand Pacific untuk beristirahat sejenak sambil menunggu waktu makan malam. Sesampainya di hotel, aku memutuskan menuju Pantai Sunset untuk mencari sunset, tidak begitu jauh dari hotel, cukup berjalan kaki sekitar 10 menitan, sayangnya sore hari itu langit mendung, sehingga aku gagal mendapatkan pemandangan sunset yang kucari. Akupun kembali ke hotel karena langit tampak sudah siap menumpahkan air matanya.

DSCF1410
Pantai Sunset

Pukul 19.30 kami pun berjalan menuju tempat makan malam kami dan sekitar pukul 23.00 kami sudah kembali ke hotel untuk beristirahat, dan usai sudah liburanku bersama teman-teman se-tim proyek kali ini, keesokan harinya kamipun kembali ke proyek dan siap untuk bekerja lagi. Sampai jumpa di cerita-ceritaku berikutnya ya, cheers!

IMG-20180128-WA0026

4 thoughts on “Plesiran ke Ujung Tenggara Jawa Barat, Pangandaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s