Seperti Apa Sih Kerja di Kontraktor?

Awal bulan Agustus 2016 aku memulai masa kerjaku di salah satu kontraktor BUMN di Indonesia. Sekarang aku sudah bekerja selama 1 tahun 5 bulan, dan masih banyak orang-orang di sekitarku yang sepertinya tampak bingung atau tidak tahu bagaimana kerja di kontraktor / proyek.

“Kamu belum pulang?Kamu Sabtu-Minggu masuk?Loh kok bisa pulang sekarang?Cuti ya?”

IMG_20171020_142311_714
Sebagian rekan-rekan kerja di proyek.

Kira-kira begitulah pertanyaan yang seringkali muncul dari orang-orang disekitarku, mereka kebanyakan heran kenapa aku tetap masuk kerja di hari Sabtu dan Minggu, tetap bekerja di tanggal merah, namun bisa tiba-tiba pulang, atau jalan-jalan di hari-hari biasa, dan aku selalu kesulitan menjelaskan tentang pekerjaan di kontraktor, terlebih di proyek. Kebanyakan orang masih terpengaruh dengan pola kerja kantoran pada umumnya, masuk hari Senin-Jumat kadang Sabtu juga masuk dan Minggu libur, masuk pukul 08.00 pagi, pulang 16.30 sore, selebih dari itu, waktu bekerja dikatakan lembur. Well, itu buat sebagian besar orang mungkin punya jam kerja seperti itu, tapi tidak buat ku dan rekan-rekan sesama pelaku konstruksi.

IMG-20171128-WA0005
Pekerjaan Pengaspalan

Di tempatku bekerja, aku kebetulan ditempatkan di proyek, bukan di kantor pusat, sehingga boleh dikatakan jam kerjaku tidak jelas, tidak terbatas, bahkan kalau kuat, sebenarny harus bekerja 7×24 jam seminggu, alias setiap hari, setiap waktu, mengapa begitu? Karena suatu proyek memiliki jangka waktu penyelesaian sesuai kontrak, ada batas waktu pengerjaan proyek tersebut, yang jika proyek tersebut belum selesai sesuai dengan jangka waktu yang tertera di kontrak kerja, maka pihak kontraktor bisa di denda oleh pemilik proyek, inilah mengapa bekerja di proyek memiliki jam kerja yang tidak manusiawi, karena kami selaku kontraktor harus mengejar target. Terlambat 1 hari saja sudah bisa membuat pusing seluruh staf proyek, bahkan terkadang, sudah lembur tiap hari pun tetap saja ada keterlambatan yang terjadi, apalagi kalau kami hanya bekerja dari jam 08.00 pagi sampai 16.30 sore? “Bisa gak kelar ini proyek”, kalau kata Kepala Proyek-ku.

IMG-20171122-WA0016
Tapi ya meskipun jam kerjanya gak menentu, dibawa happy aja.

“Hari Sabtu dan Minggu bagaimana?Kok tetap bekerja?”

Ya jelaslah, jangka waktu yang tertera di kontrak kerja adalah jumlah hari di kalender, jadi semisal jangka waktunya 150 hari, ya itu termasuk hari Sabtu dan Minggu, staf-staf proyek yang bertugas di bagian engineering, yang banyak bekerja di depan laptop di kantor proyek saja tetap masuk hari Sabtu dan kadang-kadang Minggu, apalagi yang bertugas di lapangan, termasuk tenaga-tenaga atau mungkin kalian lebih kenal dengan istilah “tukang”, juga bekerja di hari Sabtu dan Minggu, semua demi mengejar target, progress, pencapaian, apapunlah istilahnya. Ingat, terlambat sehari dari waktu yang sudah disetujui di kontrak saja tetap akan terkena denda dari pemilik proyek.

IMG_20171020_142311_710
Kalau di proyek ya rekan-rekan kerja di proyek bakal jadi keluarga baru, kita harus bisa bergaul dengan siapa saja disana, dari bangun, sampai tidur lagi ya bakal ketemu mereka.

Ya jadi begitulah bekerja di kontraktor secara garis besar, mungkin ada yang berbeda di kontraktor lain, tapi di tempatku bekerja ya seperti ini adanya, kalau kata Kepala Proyekku yang sekarang, kerja di kontraktor itu “Ndue omah ora di turoni, ndue bojo ora di keloni” (Punya rumah gak ditidurin, punya istri gak dikeloni. Sedikit berlebihan mungkin tapi memang begitu keadaannya, staf-staf proyek yang sudah berkeluargapun biasanya pulang hanya seminggu sekali, itupun yang staf engineering, kalau yang staf lapangan biasanya bisa 2 hingga 3 bulan sekali (ini biasanya tergantung kebijakan kepala proyek juga sih, makanya orang proyek jam kerja tak menentu tapi boleh dibilang liburnya bisa diatur sendiri) , makanya tidak heran kalau ada orang proyek yang tidak dikenali oleh anaknya sendiri, akibat jarang pulang ke rumah (ini beneran, salah satu drafter bercerita ia sempat tidak dikenali dan dipanggil om oleh anaknya yang masih kecil kala itu).

IMG-20171102-WA0005
Keluarga mungkin gak bisa ngerayain ulang tahun bareng kita, tapi tenang, “keluarga” di proyek yang bakal ngerayain bareng kita.

Ya ini semua hanyalah sedikit gambaran bagi orang-orang atau adik-adik angkatan saya yang ingin bekerja di kontraktor, terutama yang mengincar kontraktor-kontraktor BUMN, tapi ya ada enaknya kok, tergantung bagaimana nanti kita menyikapinya. Aku yang ditempatkan di departemen infrastruktur, sehingga proyek-proyek yang kukerjakan adalah proyek-proyek infrastruktur (seperti jalan tol, jembatan, bendung, bandara, dll), buatku ini adalah salah satu caraku turut berkontribusi untuk kemajuan negara, yaitu dengan terlibat dalam membangun infrastruktur-infrastruktur yang akan menopang kemajuan Indonesia.

20180101_000556
Kerja di proyek gak seberat kelihatannya kok, tahun ini aku cuma gak bisa pulang pas Natalan dan Tahun Baru, jadi gak bisa kumpul bareng keluarga pas Natal dan Tahun baru. Foto ini di ambil pada malam tahun baru, dan aku masih mengawasi pekerjaan pengaspalan.

Jadi, daripada mengeluh akan kekurangan negara kita Indonesia, bagaimana kalau kita mulai ikut membantu memperbaiki apa yang menjadi kekurangan Indonesia dan mempertahankan apa yang sudah baik? “Start to do something real rather than just talk”. Cheers.

3 thoughts on “Seperti Apa Sih Kerja di Kontraktor?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s