Setahun setelah Bekerja

Bulan Agustus 2017 lalu, tepat setahun aku sudah bekerja di salah satu BUMN, tepatnya yang bergerak dibidang jasa konstruksi. Kebetulan aku ditempatkan di departemen Infrastruktur, salah satu departemen di perusahaan ini yang proyeknya banyak membangun infrastruktur-infrastruktur seperti jalan tol, bendung, bendungan, jalan layang, dan lain sebagainya, dan inilah kisah dan keluh kesahku selama setahun ini bekerja…

Memulai Bekerja

Bulan Mei 2016, aku akhirnya resmi menyelesaikan masa studi ku selama kurang lebih 3 tahun 9 bulan 10 hari di Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan secara resmi boleh menambahkan gelar “Sarjana Teknik” di belakang namaku. Seperti kebanyakan lulusan baru yang mulai berpikir untuk mencari kerja, akupun sudah mulai mencari kerja dari sebulan sebelum wisuda, tepatnya bulan April 2016 dan untungnya, Tuhan tidak membiarkanku berlama-lama mencari kerja, sebelum wisudapun aku sudah resmi di terima sebagai peserta program Fresh Graduate Development Program di salah satu kontraktor BUMN, generasi papa saya mungkin lebih mengenal program ini sebagai program Management Trainee” atau biasa di singkat MT.

Agustus 2016 aku memulai menjalani program FGDP ini, dimulai dengan menjalani semacam program wajib militer (pelatihku disana lebih senang menyebutnya dengan pendidikan bela negara), yang mewajibkan peserta lelaki untuk “gundul”. Hal ini menjadi cobaanku yang pertama, karena aku tidak suka digunduli, tapi ya sudahlah, toh ini sebuah keharusan.

Selama 10 hari aku dan teman-teman baruku menjalani program wajib militer ini, menjalani serangkaian kelas bela negara dan permainan bertajuk outbond, sesudahnya kamipun kembali ke kantor pusat untuk menjalani pelatihan lebih lanjut mengenai perusahaan dan bayangan apa kira-kira pekerjaan kami selama di perusahaan ini. Selama kurang lebih 3 hari aku berada di kantor pusat, dan di hari terakhir diumumkanlah lokasi penempatan aku dan teman-teman yang lain untuk menjalani “On the Job Training” . Penempatan ini menempatkanku di Departemen Infrastruktur I, tepatnya Divisi Konstruksi III dan proyek pertamaku terletak di daerah Banten, dekat Anyer namun masih ke selatan lagi.

Menuju Proyek Pertama

Proyek pertamaku adalah membangun sebuah Bendung dan Water Treatment Plant di daerah dekat Anyer, Banten, serta memasang jaringan pipa yang mengalirkan air dari bendung menuju WTP tersebut dan mengalirkannya lagi ke sebuah plant kimia. Pada awalnya sebagai seorang lulusan Teknik Sipil yang menyelesaikan studi dengan sebuah skripsi peminatan keairan, aku sangat senang mendapatkan proyek membangun bendung, mengingat bendung adalah salah satu bangunan air yang juga banyak dibahas selama masa kuliah. Namun memang, karena bekerja di kontraktor, sebagian besar ilmu yang didapatkan waktu kuliah TIDAK TERPAKAI.

1470036251735.jpg
Lokasi Proyek pada awal aku bekerja

Yah memang, bukannya tidak terpakai sama sekali, namun lebih tepatnya ilmu yang sudah kudapatkan hanya mempermudahku mengerti apa yang dijelaskan oleh atasan-atasanku ataupun teman-teman satu level yang sudah lebih dulu bekerja di proyek, namun diluar itu, ilmu yang kudapatkan terutama pada saat menyelesaikan skripsiku tidak banyak terpakai, hanya ilmu-ilmu yang berhubungan dengan manajemen konstruksi lah yang banyak terpakai, tentunya harus dibarengi dengan pengalaman yang banyak dan di proyek lah pertama kalinya aku merasa sangat tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang ada, kurangnya pengetahuan soal proyek, kurangnya pengalaman, menjadi kendala terbesar kala harus menyelesaikan tugas-tugas yang sepertinya mudah saja kalau dilakukan oleh para senior dan atasanku di proyek, namun ya sudah, sudah kepalang tanggung, sudah basah, ya berenang saja sekalian, namanya juga baru memulai, salah itu wajar pikirku.

IMG_2218
Kondisi lokasi bendung setelah beberapa bulan aku bekerja

Memiliki tugas sebagai Scheduler yang bertugas untuk mengatur jadwal pekerjaan, proyek pertamaku ini memberiku banyak masalah yang harus dihadapi, untuk masalah teknis, tentu saja atasan-atasanku yang berpengalaman mampu mengatasinya dengan baik, namun yang menjadi masalah adalah, adanya masalah non-teknis, inilah masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan ilmu-ilmu yang kita dapatkan selama masa perkuliahan, tidak bisa diprediksi kapan kelarnya dan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan juga memusingkan, tidak terhitung lagi berapa banyak aku memikirkan untuk keluar dari perusahaan, namun adanya perjanjian kalau aku keluar sebelum programku selesai maka aku harus membayar denda/penalti menahanku. Kebetulan kepala proyek dan teman-temanku yang lain juga cukup baik dan pengertian, sehingga aku menahan diri untuk tidak keluar.

 

Pindah Ke Proyek Baru

Bulan Juli 2017, aku mendapat telpon dari salah satu manajer di divisi bahwa aku akan di pindah ke proyek yang baru di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Proyek ini adalah proyek Pembangunan Fasilitas Sisi Udara Kertajati. Aku di tempatkan sebagai Supervisor, yang kerjanya di lapangan, berbeda dengan di proyek yang sebelumnya dimana sebagian besar kerjanya di kantor.

20170803_213902
Proyek baru, rekan baru.

Sebulan pertama, aku hanya berkeliling di lapangan, melihat-lihat proses pekerjaan tanah, berhubung aku supervisor tidak berpengalaman, sehingga tugas yang diberikan kepadaku hanya membuat dokumentasi proses pekerjaan dan mencatat kegiatan harian di lapangan. Baru pada bulan kedua, atau September 2017, aku secara tidak sengaja di tugaskan untuk mengawasi pekerjaan pengaspalan, tentu saja ini menjadi pengalaman baru. Banyak hal tentang pengaspalan yang tidak kudapatkan saat kuliah, sehingga aku mengawasi pengaspalan sekaligus belajar tentang pengaspalan. Sampai tulisan ini dibuat, aku masih mengawasi pekerjaan pengaspalan.

IMG_20170803_094525_831
Awal-awal proyek.

Bekerja di lapangan, aku sekaligus merasakan bagaimana menjadi suka dukanya menjadi orang lapangan. Secara penyajian data, memang menjadi lebih mudah karena aku bisa menyajikan data dengan tulisan tangan, baru diberikan kepada tim engineering untuk disajikan secara digital, namun sebagai orang lapangan tentu terkena dampak cuaca, panas kepanasan, hujan kehujanan, tapi ya sudahlah, kujadikan pelajaran dan pengalaman saja menjadi pengingat untuk menghargai orang-orang dan tenaga di lapangan, kalau-kalau sampai jadi kepala proyek, kalau lho ya, hahaha.

Nyore, belum pakai APD alias Alat Pelindung Diri, belum dikasih soalnya :p.

20170814_153425
Warung Keliling, penyelamat di kala haus.

Di proyek bandara inilah aku merasakan sedikit pemenuhan dari keinginanku terlibat dalam proyek yang memberi manfaat bagi warga dan masyarakat, karena harapannya dengan adanya bandara ini, akan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar dan juga memajukan daerah ini, yah meskipun katanya pada saat pembebasan lahan, banyak swah-sawah yang terkena dampaknya sih, tapi apa boleh buat, memang seperti itulah pembangunan. So, daripada mengeluhkan pemimpinmu tak sejalan dengan kemauanmu, bagaimana kalau mulai berpikir apa yang bisa kita lakukan sebagai bentuk kontribusi kita kepada negara? Cheers!

IMG_20170809_213111_969
Nyore, gak pake APD alias Alat Pelindung Diri soalnya belum dikasih.
20171107_173901
Nyore sehabis hujan, sekalian cuci mata. Btw itu bukan penulis, cuma motornya aj nampang.

2 thoughts on “Setahun setelah Bekerja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s