A Journey to Lombok-Day 1

Tak puas dengan Bali, aku dan rombongan melanjutkan liburan kami menuju Lombok, sebuah pulau di wilayah Indonesia bagian Tengah.

Gili Trawangan

Menaiki kapal dari Padang Bai, kami tidak langsung menuju Lombok, namun singgah terlebih dahulu di Gili Trawangan. Menaiki kapal berukuran sedang bersama dengan 209 penumpang lainnya, kapal pun mulai bergerak menuju Gili Trawangan.

Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan, kami pun sampai di pulau yang terletak di sebelah barat Pulau Lombok tersebut, terlihat banyak bule-bule di Gili Trawangan, bahkan lebih banyak daripada yang terlihat di Bali, meskipun banyak juga turis-turis berwajah oriental dan wajah-wajah khas Asia.

Sesudah beristirahat dan menyantap makan siang kami, kami bergegas menuju tempat yang namanya Ombak Sunset (dinamakan Ombak Sunset karena ternyata tempat ini adalah daerah pantai yang terletak di depan Hotel Ombak Sunset). Karena cukup jauh, kamipun menitipkan tas di tempat makan dan menggunakan transportasi tradisional disana yang mirip dengan dokar, hanya saja di Gili Trawangan ini dinamakan “Cidomo”. Cidomo sendiri memiliki kepanjangan yaitu Ci (Cikar) yang berarti kuda, do (dokar) yang berarti gerobak dan mo (montor) yang berarti roda mobil. Cidomo sendiri memang menggunakan roda mobil sebagai roda untuk gerobak yang ditarik oleh seekor kuda. Biayanya cukup mahal memang, kami menghabiskan Rp 150.000,- untuk sekali jalan menggunakan Cidomo dengan kapasitas 4 orang.

DSCF0658.JPG
Cidomo, kendaraan khas Lombok dan Gili.

Selain cidomo, anda bisa juga menyewa sepeda yang banyak tersedia di sepanjang jalan menuju Ombak Sunset, Gili Trawangan sendiri memang tidak memiliki kendaraan bermotor, motor yang ada pun menggunakan tenaga listrik, sehingga Gili Trawangan boleh dikatakan bebas dari polusi asap kendaraan bermotor (meski tidak bebas dari polusi asap rokok).

DSCF0657.JPG
Banyak turis-turis yang menggunakan sepeda sewaan untuk mengelilingi Gili Trawangan.
DSCF0631.JPG
Ombak Sunset, ayunan ditengah air tersebut merupakan salah satu daya tarik tempat ini, untuk berfoto tentunya.

Puas berfoto di Ombak Sunset tersebut, kami memutuskan menuju ke rumah makan tempat kami menitipkan tas dengan berjalan kaki, sembari menikmati keindahan pantai di Gili Trawangan.

 

This slideshow requires JavaScript.

Di Gili Trawangan banyak sekali terdapat penginapan-penginapan dan cocok bagi anda yang mencari suasana laut untuk liburan, atau sekedar ingin lari sebentar dari kenyataan dan menenangkan pikiran anda, sendiri, berdua dengan pasangan atau dengan keluarga atau juga dengan sahabat-sahabat terbaik anda.

DSCF0681.JPG
Salah satu penginapan yang ada di Gili Trawangan.

Puas dengan Gili Trawangan, kami mengambil tas dan barang bawaan kami, bersiap naik ke kapal lagi untuk menuju Pulau Lombok dan tepat pukul 16.00 WITA, kapal yang kami gunakan meluncur, membelah ombak dan arus laut menuju Pulau Lombok.

BALI G_170711_0025
Ini penulis, sedang menunggu kapal yang menuju Pulau Lombok dari Gili Trawangan.

Bukit Malaka

Touchdown di Lombok!

Turun di Pelabuhan Bangsal, Lombok, kami langsung menyusuri Jl. Raya Senggigi menuju tempat wisata kami yang pertama di Pulau Lombok, yaitu Bukit Malaka menggunakan mobil dari agen travel yang kami gunakan (maklum, belum pernah ada yang ke Lombok jadi daripada nyasar, mending booking private tour biar lebih nyaman, yah kecuali anda pecinta travelling ala backpacker). Sebenarnya bukitnya sendiri tidak istimewa, namun pemandangan dari atasnya itu yang istimewa, bagi anda pecinta pemandangan laut, you guys must come to this place!

 

This slideshow requires JavaScript.

Villa Hantu

Lanjut! Tujuan kami selanjutnya adalah Villa Hantu, dikisahkan oleh pemandu wisata kami bahwa ada seorang bule yang ingin menikahi penduduk lokal di Lombok, dan villa ini semacam mas kawin atau maharnya, namun entah dengan alasan apa, pembangunan villa ini tidak diteruskan dan dibiarkan terbengkalai begitu saja, sehingga akhirnya dijadikan tempat wisata dan dinamakan Villa Hantu. Lalu ada apa di Villa hantu?Gak ada apa-apa selain bangunan villa setengah jadi, pemandangan laut lepas dan perfect spot buat liat sunset, tapi dengan biaya masuk yang hanya Rp 10.000,- rasanya gak rugi juga buat datang kesini.

This slideshow requires JavaScript.

Selesai mengabadikan sunset, kamipun menuju tempat makan untuk makan malam dengan menu yang semuanya seafood karena ini daerah pantai. Well, saya lupa nama rumah makannya apa, tapi yang jelas yang kami pesen kurang enak, masih lebih mantap seafood di Pulau Batam, tapi yah yang penting mengenyangkan dan cukup untuk mengisi perut, terutama mama, kasian kena angin laut seharian, takutnya sampai hotel nanti malah masuk angin…

Mengakhiri hari pertama kami di Lombok, pemandu wisata kami mengantarkan kami ke hotel di daerah Mataram dan kamipun beristirahat, mempersiapkan tenaga kami untuk hari berikutnya di Lombok! Sampai bertemu di hari kedua!

2 thoughts on “A Journey to Lombok-Day 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s